UTS Ekonomi Makro
UTS LAPORAN UMUM
Nama : GEO PANI AGA PUTRA MILALA
NIM : 1921107177
Jurusan : Manajemen
Tugas :
1. Laporan Harga Produksi
2. Flowchart Proses Produksi
3. Pricing Strategy
4. BEP
5. Analisis CVP
AYAM PENYET GUNUNG
1. Laporan Harga Produksi
Peralatan Harga
etalase/gerobak Rp. 2,014,000
Panci Rp. 256,500
kompor dan gas Rp. 292,500
mesin rice cooker Rp. 381,500
Wajan Rp. 267,000
Pisau Rp. 90,500
Meja Rp. 1,664,500
Kursi Rp. 923,500
Piring Rp. 120,500
Sendok Rp. 73,500
Wadah Rp. 102,500
Blender Rp. 208,500
Garbu Rp. 72,500
Gelas Rp. 88,500
nampan dan serbet Rp. 71,500
Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 44,500
Jumlah Investasi Rp. 6,672,000
Biaya Operasional per Bulan
Biaya Tetap Nilai
Penyusutan etalase/gerobak 1/62 x Rp. 2.014.000 Rp. 32,000
Penyusutan panci 1/62 x Rp. 256.500 Rp. 5,000
Penyusutan kompor dan gas 1/62 x Rp. 292.500 Rp. 5,000
Penyusutan mesin rice cooker 1/62 xRp.381.000 Rp. 6,000
Penyusutan wajan 1/62 x Rp. 267.000 Rp. 4,000
Penyusutan pisau 1/44 x Rp. 90.500 Rp. 2,500
Penyusutan meja 1/62 x Rp. 1.664.500 Rp. 27,000
Penyusutan kursi 1/62 x Rp. 923.500 Rp. 15,000
Penyusutan piring 1/44 x Rp. 120.500 Rp. 3,000
Penyusutan sendok 1/44 x Rp. 73.500 Rp. 1,500
Penyusutan wadah 1/44 x Rp. 102.500 Rp. 2,500
Penyusutan garbu 1/44 x Rp. 72.500 Rp. 1,500
Penyusutan gelas 1/44 x Rp. 88.500 Rp. 2,000
Penyusutan nampan dan serbet 1/44 x Rp. 71.500 Rp. 1,500
Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp. 44.500 Rp. 1,000
gaji karyawan Rp. 650,000
Total Biaya Tetap Rp. 759,500
Biaya Variabel
ayam kampung Rp. 246,500 x 30 = Rp. 7,395,000
minyak goreng Rp. 53,500 x 30 = Rp. 1,605,000
daun salam Rp. 4,000 x 30 = Rp. 120,000
lengkuas Rp. 6,000 x 30 = Rp. 180,000
jahe Rp. 7,000 x 30 = Rp. 210,000
ketumbar Rp. 6,000 x 30 = Rp. 180,000
bawang putih Rp. 27,500 x 30 = Rp. 825,000
kunyit Rp. 6,000 x 30 = Rp. 180,000
garam Rp. 4,000 x 30 = Rp. 120,000
cabe rawit merah Rp. 22,000 x 30 = Rp. 660,000
terasi Rp. 14,000 x 30 = Rp. 420,000
gula merah Rp. 6,000 x 30 = Rp. 180,000
tomat merah Rp. 5,500 x 30 = Rp. 165,000
cabe merah keriting Rp. 19,000 x 30 = Rp. 570,000
daun jeruk purut Rp. 3,000 x 30 = Rp. 90,000
kemangi Rp. 5,000 x 30 = Rp. 150,000
beras Rp. 76,000 x 30 = Rp. 2,280,000
timun Rp. 6,500 x 30 = Rp. 195,000
Pengemas Rp. 12,000 x 30 = Rp. 360,000
gas lpg Rp. 17,500 x 30 = Rp. 525,000
sewa tempat Rp. 14,000 x 30 = Rp. 420,000
air dan listrik Rp. 14,000 x 30 = Rp. 420,000
Total Biaya Variabel Rp. 17,250,000
Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 18,009,500
Pendapatan per Bulan
80 Porsi x Rp. 10,000 = Rp. 800,000
Rp. 800,000 x 30 Hr = Rp. 24,000,000
Keuntungan per Bulan
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 24,000,000 – 18,009,500 = Rp. 5,990,500
Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan Rp. 6,672,000 : Rp. 5.990.500 = 1 bln
Berdasarkan atas deskripsi dari perhitungan analisa usaha ayam penyet yang tercantum di atas, dengan melihat asumsi tersebut maka Anda akan mengeluarkan sejumlah biaya yang bernilai Rp 6,672,000 yang biaya tetap senilai Rp 759,500 untuk kebutuhan biaya variabel Rp 17,250,000 dan juga anggaran Rp 18,009,500 untuk total biaya operasional. Dari analisa usaha ayam penyet ini dapat diasumsikan untuk waktu satu bulan totalnya penerimaan yang di peroleh dari penjualan ayam penyet sebanyak 80 porsi dalam sehari dengan dibanderol Rp 10.000 per porsi akan mendapatkan rata-rata penjualan ayam penyet perhari dengan mengantongi uang berjumlah Rp800,000. Namun bila dihitung dalam waktu satu bulannya usaha ayam penyet akan mendapatkan hasil Rp 24.000.000. Sehingga dapat dideskripsikan bilamana usaha ayam penyet sangat menguntungkan dengan harga nilai jual yang terjangkau. Untuk kembali modal berjualan dari ayam penyet ini selama sekitar 1 bulan.
2. Flow Chart Proses Produksi
• Pembelian bahan baku
• Pengolahan bahan baku
• Penyelesaian bahan baku
• Proses Penjualan
• Menyajikan pesanan kepada pelanggan
Selesai
3. Pricing Strategi
Dalam hal ini kita kita dapat menentukan beberapa strategi untuk meningkatkan harga jual suatu produk :
1. Multiple Zone Pricing
Memperluas jangkauan penjualan atau mendaftarkan produk pada aplikasi penjualan online (Grab atau Goofood ,DLL )
2. Demand Backward Pricing
Mengurangi komposisi pendamping ayam penyet seperti tempe,terong,kol,urap agar harga tetap stabil.
3. Single Zone Pricing
Menetapkan harga yang sama dengan ayam penyet yang disekitar,agar tidak kalah saing.
4. Promosi
Melakukan promosi dan memperluas jangkauan area promosi,agar menarik perhatian konsumen.
4. Analisis Breakeven point (BEP)
Total biaya produksi = Rp 18.009.500
Total Harga Variabel/ unit = Rp. 215.000
Harga Jual / unit = Rp. 10.000
BEP = Total Biaya Produksi : ( Margin Kontribusi)
=Rp. 18.009.500 : ( Rp.10.000- Rp. 215.000)
= 88 unit
5. Analisis CVP (cost Volume Profit)
• Penjualan 2400
• Harga jual /unit Rp.10.000
• Biaya tetap modal perhari Rp.215.000
• Keuntungan yang diinginkan Rp.6.000.000
• Biaya tetap Rp759.500
(penjualan unit x harga /unit ) = (penjualan unit x biaya variabel unit) + biaya tetap + biaya yang diinginkan
2400 x harga jual = (80 x 215.000) + 759.500+ 6.000.000
2400 x harga jual = 23.595.500
Harga jual = Rp 9,821 (Rp 10.000)
Komentar
Posting Komentar